Unit Link Terbaik di Indonesia Commonwealth Life Investra Link

Alarm cinta di pagi hari


By Faruq Elmunthazhar on Monday, November 22, 2010 at 1:55pm

Begitu nyaris selama ini hanya di penuhi dengan mimpi buruk malam-mlamnya. hati dipenuhi rasa takut untuk kembali memulai tidur, sekiranya mimpi-mimpi itu berdatangan lagi. mencoba untuk melangkahkan kaki, serentak langkah pertama terdengar suara gemuruh yang tidak tau dari mana asalnya. rasa takut kembali menghantui, keringat mulai menghujan di tubuhnya.

” ‘Audzibillah ku mulai langkah ini dengan bantuamu ya Rabb, apapun yang terjadi itu semua adalah kehendakMu, dan apapun yang aku temui bahwa aku juga akan kemabli pada sisiMu.”

mulai melangkah ke kamar mandi untuk memngambil wudhu’, dan mencoba untuk tenangan diri, kran air itu diputar perlahan dengan asmaNya, air yang dingin bercucuran, semakin berikan ketengan.

“Ya Allah, ini airMu yang sedangku rasakan dinginya, ini nikmatMu yang sekarang Kau izinkan aku memiliknya, dengan namaMu, aku berwudhu dengan airmu, ku serahkan diri padamu, jauhkan segala rasa takut yang selalu menghantuiku, dekatkan hatiku padaMu juga hati yang selalu mencintaiMu”

percikan percikan yang memabasahi angota wudhunya, seakan berupa keajaiban yang sekejap menyegarkan pikirannya, seolah dunia baru lansung dihadiahkan sang Khaliq kepadanya. sholat 2 rakaat dilakukan dengan khusyu’ sebelum kembali istrah dengan tidurnya.

” Do’aku telah ku panjatkan padaMu, semua itu kuasaMu yang mengatur apa yang terjadi tentangku dimalam ini”

hembusan nafas yang menemani kata kata keluar dari mulutnya. penuh harapan akan di berikan Allah padanya pemilik mimpi dan harapan yang selalu menggebu dalam hatinya. kini Allah berikan dia kesenangan dengan cerita yang ada dalam mimpinya. harapan harapan yang selelu tertulis dihatinya jauh dari ketakutan dari mimpi-mimpinya.

seorang perempuan yang terlukis di wajahnya kecantikan dankelembutan, itu lah kekasihnya, kini ikut serta menemani mimpinya, perempuan yang dihidupnya ikut mengukir indah harapan di hatinya, wanita yang selalu memberikan senyuman diwajahnya, kini sudah menjadi istrinya.

sebulan sudah menikah, teringat akan sebuah catatan, bahwa ingin mengisi hari dengan penuh cinta di suatu tempat. kesuatu negri yang dulu pernah dilanda bencana besar tsunami. Aceh itulah tempatnya. asyik merayu dengan kata kata cinta untuk kekasihnya menemani setir mobil yang terus melaju, canda dan tawa ikut serta menemani, terhenti lansung. kekasihnya mual, ntah apa yang terjadi pada dirinya. berhenti di sebuah rumah sakit islam yang samar namanya.

” Dok, mohon bantuan dokter, istri saya mual dari tadi sewaktu dalam perjalanan, mohon bantuan dok” suara cemas keluar dari mulutnya

“Nak, mohon sabar, istrimu akan segera saya periksa, silahkan duduk dan berdo’alah padaNya, semua apa yang terjadi adalah keputusanNya” jawab seorang ibuk dokter yang tua berkaca mata, coba tenangkan pikirannya.

” Allah semua akau serahkan padamu”

sekian menit menuggu berita dari seorang dokter yang sedang memeriksa istrinya, kini tekah keluar bersama istrinya, terheran dirinya yang cemas kenapa, mereka berdua senyum dan berbahagia. hatinya bertanya.

“ya Allah apa yang terjadi, di tengah kecemasannku terhadap istriku, kemudian kenapa aku lihat istri begitu bahgia, apa rahasia yang telah Kau sembunyikan dari ku Rabb? Dok, apa yang terjadi dengan istri saya, kenapa dia begitu bahagia dan wajahmu dok yang senyum padaku, sedangkan aku terbuat cemas dari tadi?” cemas dengan nafasanya yang tak terkendalikan.

“tanyakan pada istrimu yang sedang berbahgia, yang aku bisa jawab Allah pada hari ini memperlihatkan kenyataan yang selama ini sebagai mimpi dihudpmu.” prempuan yang disebut dokter itu senyum lagi padanya.

“sayang, apa yang terjadi, apa yang membuat dirimu tersenyum? jangan buat habib semakin cemas dengan dirmu….” habib adalah panggilan akrab yang sering dipakai kekasinya untuk panggilannya.

“habib,,,,,.ini memang sebuah jawaban yang kita nanti-nanti, sebuah harapan yang sudah lama kita sebut. bahwa dirahimku sudah ada seorang anakmu yang akan memberikan kebahagian ditengah kehidupan kita. yang akan menggantikanmu imam sholatku disaat kau berpergian, yang akan mendo’akan kita kelak kita sudah tiada.”

tersenyum dan bahgia, akhir jawaban kebahagian itu sudah ada, kini semua kecemasan sudah hilang, dengan kata-kata istrinya tadi. kebahgiannya semakin terasa dengan cinta yang Allah berikan kepadanya.

” Subhanallah, aku yakin ya Allah Kau Rabb yang tidak akan mendustai janji janjimu,,,aku mohon petunjukmu dalam hidup ini. berikanlah kebahgian pada istriku dalam mengandung anaku dan jadikan kelak anakku anak yang ta’at padamu dan rasulmu juga terhadap kami ayah bundanya”

kemabli berjalan dari rumah sakit itu, berakhir di daerah sabang yang selama ini hanya mendengar namanya lewat lagu. dan habiskan hari menjelang malam disana melihat pantai pantai yang dihiasi indahnya mentari disaa tenggelam.

perjalanan kembali di ulang, kemabli pulang ke negri dingin diapit dua danau, yang dikenal danau kebar….senyuman dan kebahgian mengiringi perjalanan mereka……

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s