Unit Link Terbaik di Indonesia Commonwealth Life Investra Link

Archive for February, 2011

Tujuh Dosa PSSI Nurdin Menurut Suporter



Kinerja PSSI di bawah kekuasaan Nurdin Halid dan jajarannya dinilai kelompok suporter yang menginginkan perubahan sebagai kinerja terburuk sepanjang sejarah otorita sepakbola tertinggi tanah air tersebut.

Kelompok massa suporter yang tergabung dalam gerakan Save Our Soccer (SOS) mencatat sedikitnya ada tujuh kesalahan besar pengorganisasian sepakbola di PSSI selama Nurdin Halid-Nirwan D Bakrie dengan Sekjennya, Nugraha Besoes memegang kendali.

Pertama, PSSI dibiayai oleh APBN yang tidak lain adalah uang rakyat. Seharusnya, dalam proses kegiatanya PSSI selayaknya harus sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat. Bukan keinginan sekelompok atau segolongan orang.

Kedua, PSSI dinilai telah gagal dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih berprestasi. Dalam tujuh tahun masa kepemimpinan Nurdin Halid (NH) di PSSI, sepak bola Indonesia belum pernah juara dalam level regional maupun internasional.
(more…)

Advertisements

Gen Y: Kami Muda, Keren, Gaul, dan Penuh Kebohongan


Kaum muda mengaku menggunakan aplikasi di Facebook, Twitter, dan sejumlah ponsel pintar agar terlihat lebih keren ketimbang digunakan untuk berkomunikasi. Demikian diberitakan News.com dan dikutip Tribunnews.com, Senin (21/2/2011).

Dalam sejumlah penelitian terungkap jika kaum muda menggunakan perangkat canggih agar bisa menaikkan kredibilitas mereka di antara teman-teman satu geng. Survey yang dilakukan Telstra menunjukkan bahwa setengah dari responden yang mereka wawancarai berusia antara 18-34 tahun menggunaan fitur Facebook Places “check-in”, sebuah aplikasi menunjukkan keberadaan mereka di suatu tempat, agar mereka terlihat gaul dan keren.

Satu dari 10 responden mengaku secara regular melakukan kebohongan untuk menaikkan status sosialnya. Sepertiga dari Generation Y (Gen Y) men-download aplikasi canggih iPhone agar bisa dilihat orang lain padahal jarang digunakan.

Jumlah ini sama dengan mereka yang mengaku sengaja melakukan posting di Facebook maupun Twitter agar terlihat cerdas.

dikutip dari tribunnews.com

Baca juga : Unit Link Terbaik di Indonesia Commonwealth Life Investra Link


Tips Mengisi Waktu Selama Menganggur


Selama belum mendapatkan pekerjaan tetap, para fresh graduate akan mengalami masa-masa tanpa kegiatan berarti alias menganggur. Jika bekerja adalah orientasi setelah lulus kuliah tentunya kesibukannya adalah menghadiri wawancara dan tes-tes seleksi kerja, itu pun tidak rutin waktunya. Hari-hari akan dilewati dengan mencari dan melamar lowongan kerja yang ada di media apa saja, semisal surat kabar dan job portal. Memang terasanya nyaman selama satu atau dua minggu, namun percayalah setelah menginjak bulan-bulan selanjutnya dan pekerjaan belum juga didapat, kebosanan dan keputusasan mulai datang menghampiri.

Seringkali Anda kehilangan akal mencari ide apa yang harus dilakukan untuk mengisi waktu. Padahal dalam wawancara kerja seringkali employer menanyakan kegiatan Anda sejak lulus hingga kini. Jika Anda gagal menyampaikan bahwa Anda tidak melakukan apapun selain mencari kerja, percayalah bahwa sang employer akan menangkap kesan bahwa Anda tidak produktif dan tidak bisa mengelola waktu. Kalau sudah begitu, menjadi ‘pengacara’ (pengangguran banyak acara) terlihat sebagai opsi yang lebih baik, asalkan kegiatannya positif dan bermanfaat bagi kemajuan diri.
(more…)


Kesalahan yang Sering Dilakukan Pencari Kerja


Pencari kerja yang baru saja lulus seringkali memiliki semangat yang menggebu-gebu untuk mencari kerja. Antusiasme dan semangat seperti ini patut dikagumi. Akan tetapi ada beberapa kesalahan yang acapkali dipicu oleh antusiasme berlebihan seorang job seeker. Memang hal ini tidak akan menghancurkan kesempatan karir Anda di masa depan, tetapi paling tidak kesalahan berikut ini akan memberikan ‘dent’ atau sedikit cacat pada kesempatan Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang baik di awal karir Anda.

Sistem sapu jagad. Karena ingin cepat mendapatkan kerja dan menyadari bahwa karir bisa dimulai dari mana saja, maka Andapun mengirimkan lamaran dan CV ke perusahaan mana saja yang sedang membutuhkan karyawan. Hal ini memang merupakan salah satu cara membuat perusahaan dan pasar tenaga aware bahwa Anda sedang berburu kerja. Namun membabi buta melamar pekerjaan tanpa mempertimbangkan kompetensi, keterampilan dan passion hanya akan membuang waktu dan menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki strategi dan rencana. Bayangkan jika semua perusahaan tersebut menginginkan mewawancarai Anda pada saat yang sama? Apa yang harus Anda lakukan jika ternyata setelah Anda mulai bekerja Anda tidak menyukai pekerjaan tersebut? Fokuskan pada satu atau beberapa pekerjaan yang ingin Anda kerjakan dan di perusahaan yang sesuai dengan nilai-nilai dan budaya yang Anda anut. Cara ini akan membuat proses pencarian kerja berjalan lebih efisien dan efektif. Semakin baik strategi dan taktik Anda maka semakin besar kemungkinan sukses Anda raih.
(more…)